Untitled Document

Senin, 20 April 2015

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sikap siswa terhadap kewirausahaan, motivasi mereka, kepribadian, dan karakteristik lainnya sehubungan dengan kewirausahaan.
Penelitian ini menggunakan mahasiswa lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Semarang pada dan untuk mengevaluasi persiapan siswa untuk memulai dengan kewirausahaan. Skala Likert digunakan untuk pengukuran sikap siswa berdasarkan pendapat mereka sendiri tentang motivasi untuk memulai dalam bisnis, laporan tentang karakteristik kewirausahaan mereka dan kebiasaan perilaku berhubungan dengan hubungan bisnis dan organisasi.
Motivasi belajar siswa tentang kewirausahaan bagi dengan tiga faktor, ambisi untuk kebebasan, realisasi diri, dan faktor mendorong. Ambisi faktor kebebasan, motivasi siswa adalah keinginan untuk membuka usaha mereka sendiri dan lebih banyak kebebasan aktivitas. Dalam faktor realisasi diri dimotivasi oleh keinginan untuk mendapatkan posisi yang lebih baik dan ingin memotivasi orang lain dan perintah. Faktor pendorong untuk menjadi pengusaha adalah keinginan untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik. Siswa yang memiliki niat untuk menjadi seorang pengusaha dalam waktu dekat atau sekitar dua tahun memiliki persepsi yang tinggi pada kemauan untuk membuka usaha sendiri dan ingin mendapatkan penghasilan yang baik dari siswa yang tidak pernah tertarik pada bisnis. Faktor motivasi tidak didukung oleh tradisi keluarga dalam bisnis dan merasa lebih dihargai untuk membuka usaha sendiri daripada bekerja dengan orang lain.
Pada kepribadian kebanyakan siswa merasa bahwa mereka ingin sukses, pekerja keras dan percaya diri dengan kemampuan mereka. Dalam hubungan bisnis siswa faktor yang mampu bekerja sama dengan orang lain. Siswa yang berminat bisnis dalam waktu dekat memiliki persepsi yang lebih tinggi pada kerja keras, percaya diri dengan kemampuan mereka, ingin sukses dibandingkan siswa yang memiliki minat jangka panjang atau tidak dalam bisnis. Di sisi lain, sebagian besar siswa lebih memilih tantangan kurang dan risiko kurang mengambil.
Pada faktor perilaku organisasi, para siswa dapat memberikan pendapat dan saran kepada orang lain dan untuk dapat meyakinkan dan mengilhami anggota lain yang lebih baik. Pada faktor lain, siswa persepsi mampu mengelola bisnis, tetapi tidak didukung oleh risiko utang, terutama untuk mahasiswa yang kurang tertarik dan tidak tertarik pada pengusaha.
Kata kunci: niat, motivasi, kepribadian, kebutuhan dukungan, pendidikan kewirausahaan



http://journal.usm.ac.id/elibs/USM_853210%20-%20Yuli%20Budiati,%20Tri%20Endang%20Yani,%20Nuria%20Universari.pdf

Rabu, 01 April 2015

Pengaruh sebuah Pengetahuan terhadap Usaha

Pengertian Knowledge Management Knowledge management adalah pengelolaan pengetahuan secara kolektif untuk membantu organisasi mengambil tindakan, bersaing secara lebih efektif dan mencapai tujuan mereka (Davenport, Delong, dan Beers; 1998).

Knowledge management merupakan formalisasi dan akses ke, pengalaman, pengetahuan dan keahlian yang menciptakan kemampuan baru yang memungkinkan kinerja yang unggul, mendorong inovasi dan meningkatkan nilai pelanggan (Khan, 2012).
Knowledge management sebagai sebuah proses yang membantu organisasi untuk menemukan, memilih, mengatur, menyebarkan, dan mentransfer informasi penting dan keahlian yang diperlukan untuk kegiatan (Zaied, 2012).
Knowledge management sebagai pengelolaan dari pengetahuan perusahaan dan aset intelektual yang dapat meningkatkan rentang karakteristik kinerja organisasi dan nilai tambah dengan memungkinkan suatu perusahaan untuk bertindak lebih cerdas (Wiig, 1993 dalam Khan, 2012).

Oleh karena itu, manajemen pengetahuan mengubah data dan/atau informasi menjadi pengetahuan ditindaklanjuti dalam format yang ketika itu dibuat tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien di seluruh organisasi (Angus, Patel, dan Harty, 1998; Davenport, Delong, dan Beers, 1998).

JADI DAPAT DISIMPULKAN Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pada
Knowledge Management terhadap keunggulan bersaing, Knowledge Management terhadap kinerja perusahaan, dan keunggulan bersaing terhadap kinerja perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengujian hipotesis pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1) Terdapat pengaruh signifikan antara knowledge management terhadap keunggulan bersaing pada perusahaan di Surabaya. Dimana penggunaan knowledge management pada perusahaan di Surabaya yang baik akan mampu meningkatkan keunggulan bersaing yang dimiliki oleh perusahaan.
2) Terdapat pengaruh signifikan antara keunggulan bersaing terhadap kinerja perusahaan pada perusahaan di Surabaya. Dimana keunggulan bersaing perusahaan
yang meningkat akan mampu meningkatkan kinerja perusahaan pula.
3) Terdapat pengaruh signifikan knowledge management terhadap kinerja perusahaan
pada perusahaan di Surabaya. Dimana penerapan Knowledge Management yang
baik akan mampu meningkatkan kinerja perusahaan, baik kinerja keuangan maupun kinerja operasionalnya pula.